Payung di Senja Hari
---
# Cerpen: Payung di Senja Hari
Hujan turun deras di sebuah sore yang seharusnya cerah. Langit oranye berubah kelabu, dan orang-orang berlarian mencari tempat berteduh.
Di halte kecil, seorang gadis berdiri sambil memeluk buku-buku kuliahnya yang hampir basah. Ia menatap jalanan, berharap hujan segera reda, tapi langit tak menunjukkan tanda-tanda ingin berhenti.
Seorang pria muda datang dengan payung hitam di tangannya. Ia berhenti sejenak, lalu tersenyum sambil menawarkan payung itu.
“Kalau kamu terus menunggu, bisa malam baru reda,” katanya.
Gadis itu sempat ragu, lalu perlahan menerima tawaran tersebut. Mereka berjalan bersama, payung kecil itu hampir tidak cukup menutupi dua orang, hingga bahu mereka saling bersentuhan.
Tidak banyak kata yang terucap, hanya langkah kaki di jalan basah dan suara hujan yang menemani. Namun, di balik diam itu, keduanya merasakan sesuatu yang hangat—bukan karena payung, melainkan karena kebaikan sederhana yang mempertemukan mereka.
Sejak hari itu, setiap kali hujan turun di senja hari, gadis itu selalu mengingat pertemuan singkat yang membuatnya percaya bahwa kebaikan bisa hadir di saat paling tak terduga.
---
Post a Comment for " Payung di Senja Hari"